lomba volley ball pitulasan agustus

Beginilah enggak enaknya kalau di dusun sendiri tidak ada perkumpulan bola volley, selama ini saya main volley ngikut di dusun tetangga, ada tiga lapangan yang biasanya saya menggabungkan diri untuk main voly.

Volley di Brajan

Volley di Brajan

 

Saat pitulasan (tujuhbelasan) seperti sekarang ini, di desaku ada lomba volley antar dusun, karena aku pemain yang enggak punya klub di dusunku sendiri, terpaksa aku harus ikut salah satu dusun tempatku berlatih, ataupun bisa juga ikut dusunku sendiri walaupun beda pedukuhan, bingung kan. Dusunku memang wilayahnya terbagi menjadi dua pedukuhan, sebagian masuk pedukuhan VII, dan sebagian masuk pedukuhan VIII, rumahku sendiri masuk pedukuhan VIII, dan dusun yang kubela volley adalah dusun pedukuhan VII, di pedukuhan VII ini juga enggak ada klub volley, yang seneng volley juga ikutan gabung main di dusun tetangga seperti saya.

main Volley di kampung

main Volley di kampung

 

Alternatif lainnya bisa juga ikut dusun asal istriku, kebetulan saya PEKNGGO (ngepek tonggo/ dapet tetangga), sehingga aku dan istriku masih satu desa/kelurahan. Tetapi dalam undian ternyata dusun istriku langsung melawan dusunku yang pedukuhan VIII sehingga sungkan juga aku.

Nunggu giliran main

Nunggu giliran main

 

Sebenarnya sampai sekarang ini keputusanku belum final mau ikut dusun mana. Ikut manapun yang penting ikut memeriahkan pitulasan, mengingat nilai-nilai luhur perjuangan para pahlawan yang telah gugur membela tanah air.

 

Keterangan urutan tata pemerintahan.

1. Kabupaten = Bupati

2. Kecamatan = Camat

3. Desa = Kelurahan = Kepala Desa

4. Dusun = Pedusunan = Pedukuhan = Kepala Dukuh (bisa membawahi lebih dari 1 kampung)

5. Kampung

6. RW

7. RT

Mempetanyakan kebersihan piring dan cendok pedagang makanan

Beberapa hari yang lalu sempat baca di KR tentang tersebarnya penyakit Hepatitis A pada mahasiswa UGM, dan di sinyalir ini karena mereka jajan di tempat yang kurang hiegenis.

Berita itu entah betul entah tidak saya sendiri kurang tahu.

Yang pasti saya sendiri memang mikir panjang kalau jajan sembarang tempat, saya pribadi di rumah menerapkan standard yang agak tinggi disaat mencuci dan memakai perlatan makan, yang jelas piring cendok saya cuci tiga tahap. Pertama saat piring masih kotor, diguyur air dulu biar kotorannya bisa berkurang, setelah itu baru dicuci dengan sabun cuci piring, baru langkah ketiga di bilas dengan air yang mengalir dari kran. Selesai.

Saat mau saya pakai untuk makan, saya biasanya mengguyur dengan air matang dulu, baru saya pakai.

Kalu saya lihat di pedagang makanan yang dipinggir jalan, biasanya mereka mecuci peralatan makan hanya dengan tiga ember saja, yaitu ember kotor, ember sabun, dan ember bilasan. Tanpa dicuci dengan air yang mengalir dari kran, bisa anda bayangkan sendiri tingkat kebersihannya.

Jadi kalau mau jajan sembarang tempat, paling tidak anda ketahui juga standar kebersihan dan cara cuci peralatan makan mereka.

Musim panennya penjahit dan tukang cukur

Tahun ajaran baru adalah musim panenya para penjahit dan tukang cukur. Istri saya yang juga seorang penjahit, sampai nolak-nolak order, karena memang terbatasnya waktu dan tenaga untuk menggarapnya. Terus tukang cukur rambut di dekat kediaman saya juga laris manis, terlihat dari banyaknya motor yang parkir di depannya, yang saya yakin itu adalah para murid baru yang pada merapikan rambutnya agar besok senin tanggal 14 Juli 2008 saat masuk sekolah pertama kelihatan rapi dan keren.

Yang sedikit mengecewakan adalah seragam anak saya, istri saya sebagai seorang penjahit halusan (penjahit kain kebaya) melihat jahitan baju seragam anak saya yang memang dijahitkan rombongan dari pihak sekolah, karena jahitannya jauh dari bagus, akhirnya oleh istri saya baju seragam anak saya dibongkar lagi dan dijahit ulang.

Begitulah umumnya kalau jahitan seragam borongan, banyak jeleknya dari pada bagusnya, karena mengejar waktu yang mepet.

nambah CUCU

Cucunya bapak dan ibu saya baru dua, itupun dari saya semua, cewek dan cowok, dan Alhamdulillah kemarin jam 07:00 nambah satu cucu lagi, laki-laki, diperoleh dari anaknya adik bontot saya. Jadilah sekarang cucunya berjumlah 3 anak.

Adik saya kemarin sebenarnya sudah dijadwalkan operasi cesar pada hari senin tgl 14 Juli 2008, ini karena bayi dalam kandungannya agak bandel, enggak mau balik posisi kepala di bawah umumnya bayi mau lahir. Kemarin malam jam 01:00 rupanya adik saya sudah tanda-tanda mau melahirkan, langsung saja dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Jogja, karena memang rencananya bedah cesarnya di sana, dan akan dilakukan oleh dr. Ahmad Hidayat, seorang dokter ahli kandungan yang sudah berpengalaman, dokter Hidayat pula yang menangani kelahiran anak kedua saya, lima tahun yang lalu.

Alhamdulillah, di detik detik menjelang cesar, ternyata adik saya malah bisa melahirkan dengan cara normal, meskipun bayinya belum juga mau balik, sehingga yang nongol duluan adalah pantat si bayi, bukan kepala seperti pada umumnya. Jadi ketahuan lebih awal jenis kelamin si bayi, karena begitu nongol pantatnya kan kelihatan jenis kelaminnya.

Sebenarnya malam sabtu itu entah kenapa (mungkin kontak batin juga antar saudara) saya sendiri enggak bisa tidur, istri saya juga, terus adik laki-laki saya (kakaknya adik bontot saya yang melahirkan) juga enggak nyenyak tidurnya. Bahkan agak aneh juga, bahwa bapak saya sempat mimpi ada burung di sekitar rumah, dan ayah saya berhasil menangkapnya, tafsir dari mimpi itu rupanya paginya jadi kenyataan, yaitu ayah saya mendapat cucu laki-laki (karena berhasil nangkap burung tadi, burung kan sering di analogikan sebagai laki-laki). Pantas ketika ayah ditanya tebakan nanti cucunya laki atau perempuan, dengan yakinnya ayah saya menjawab laki-laki. Ayah saya sendiri baru cerita tentang mimpinya sekitar jam 10 siang saat saya sudah balik lagi ke rumah sepulang dari rumah sakit PKU. Ayah saya juga baru tahu punya cucu lagi sekitar jam 9 pagi. Maklum Ayah enggak pegang HP, tahunya malah dari paman saya karena paman saya telepon tentang kelahiran anak dari adik saya.

Tapi ibu saya justru tidur nyenyak, adik saya sempat SMS ke ibu, tetapi karena ibu buka SMS saat subuh, baru deh ibu ribut memberi tahu semua keluarga bahwa adik saya sudah mau operasi nanti jam 6. Setelah saya telepon suami adik saya, ternyata operasi cesarnya diundur jam 7. Eh waktu saya dan istri, juga adik laki-laki saya yang memboncengkan ibu saya, lagi dalam perjalanan, rupanya adik perempuan saya sudah melahirkan dengan normal sekitar jam 07:00, beratnya 2,9 gram dan panjangnya 47 cm.

Alhamdulillah.

Belum diberi nama.

Pemanjat TOWER

Bekerja sebagai transmitter engineer, maka mau tidak mau, suka tidak suka, suatu saat harus menjat tower juga, lumayanlah 112 meter ketinggiannya, nggak tinggi-tinggi amat dibanding tower TV yang ada di Jakarta yang bisa nyampai 200-400 meter.

 

Diatas Tower

Diatas Tower

 

 

Pada dasarnya saya dari kecil, sejak SD suka memanjat. Ada pohon sawo yang cukup tinggi di samping rumah, dan biasanya saya memanjatnya untuk mencari buah sawo yang matang, kadang juga hanya iseng saja, Pernah saat baru bisa membaca, saya naik ke pohon sawo sambil membaca buku keras-keras, hanya untuk pamer kalau sudah bisa baca buku.

 

Saya sebenarnya bukan pemanjat yang berani, kalau tidak merasa save, saya tidak berani manjat, manjat pohon kelapa, nyerah deh, karena pohon kelapa tidak ada ranting-ranting yang bisa untuk pegangan, beda dengan pohon sawo yang banyak rantingnya sehingga nyaman untuk pegangan.

 

Begitupun manjat tower, saya berani manjat karena memang merasa aman karena lewat tangga dan tangganya ada penahan di bagian belakang, jadi perasaan tidak takut jatuh kebelakang karena ada penahannya. Kalau naik tower lewat besi towernya saya enggak mau, mungkin kalau pakai sabuk pengaman sih masih bisa dipaksakan. Tapi Ngeri. Tetapi teman saya ada yang berani. Kalau saya terus terang enggak mau.

 

Setting splitter antenna

Setting splitter antenna

 

 

Naik tower itu harus fit benar badannya, karena memang berat, dan angin diatas tower itu kencang lhoh tiupannya, jadi sebaiknya memakai sweater atau jaket, akan lebih enak bawa bekal aqua dan makanan kecil, jadi nanti saat istirahat di atas tower bisa memulihkan energi. Sudah lama saya tidak manjat tower, tapi seingat saya untuk sampai di puncak 112 meter, paling tidak butuh 30 menit. Jadi PP bisa satu jam. Memang saya manjatnya, alon-alon waton klakon.

 

 

KLIPING KORAN DIGITAL

Teringat masa SMP dulu, pernah mendapat tugas kelompok untuk membuat kliping, tapi sudah lupa klipingnya tentang apa. Saat itu kalau tidak salah satu kelompok 5 orang. Membuat kliping adalah mengumpulkan bahan-bahan topic bacaan yang sama dari Koran (missal tentang Gunung Merapi), lalu digunting dan ditempel di kertas HVS, lalu dijilid jadi KLIPING.

 

Sekarang saya juga mulai hobby kliping lagi, tapi lain dulu lain sekarang, kalau sekarang kalau ada bacaan, iklan dll yang menarik di Koran, maka tinggal di foto saja pakai kamera HP SE k750i, lalu tinggal di pindah ke laptop menurut bidangnya masing-masing.

 

Simple dan menyenangkan, suatu saat butuh informasi tentang hal-hal tersebut yang sudah saya kliping secara digital, maka tinggal nyari saja di Laptop.

 

Anda tertarik, silahkan praktekkan.

mahalnya obat untuk penyakit stroke

Tadi barusan nganter mertua kontrol ke dokter spesialist stroke, maklum mertua kemarin terkena serangan stroke ringan.

Karena sudah ambil antrian dari siang, sehingga mendapat nomor pertama, jadi begitu datang langsung bisa diperiksa dokter. Setelah diperiksa ini itu, dan kelar, maka prosedur selanjutnya adalah menebus resep.

Kaget juga setelah diberitahu apoteker bahwa obatnya habis lebih dari Rp. 800ribu. Padahal cuma bawa uang Rp.600ribu, maka jadilah tetep bayar Rp.600ribu dan dibuatkan resepnya seharga Rp. 600ribu, kurangannya bisa ditebus beberapa hari lagi sebelum obatnya yang ditebus sekarang habis.

Kesehatan memang mahal.

bedanya ngenet dengan CDMA dan GSM sebagai modem

Dua hari ini saya dipinjami MODEM CDMA merek VENUS milik adik keponakan, dan saya coba dengan kartu STARONE indosat koleksi saya yang hanya saya isi, lalu saya biarkan sampai waktu tenggangnya mau habis, baru saya isi lagi, begitu seterusnya, sehingga kemarin sempat terkumpul pulsa Rp 50.000,00 lebih dikit.

Sebagai catatan, rumah saya itu ndeso jauhnya sekitar 10KM (line of sight /  garis lurus) dari pusat kota jogja, sehingga kebanyakan semua sinyal CDMA yaitu flexy, fren, starone, esia mendekati limit semua. Ceria dan Smart belum pernah nyoba.

sedangkan sinyal GSM yang 3 besar sih OK semua, THREE dan AXIS yang belum nongol.

Saat pakai modem CDMA

1. Modem menjadi panas, karena dipakai terus menerus, yah persis kalau kita nelpon berlama-lama memakai HP CDMA. Solusinya modem saya kipasi dengan kipas pendingin dari HARDISK EKSTERNAL. Hasilnya lumayan dingin.

2. Koneksi lebih sering putus, jadi nyebelin juga saat sedang mau make tiba-tiba saja tidak bisa, eh ternyata putus.

3. Kecepatan, yah nggak beda-beda amat dengan GPRS, mungkin ibaratnya naik Suprafit 100CC bersaing dengan Kharisma 125CC, jadi enggak begitu terasa bedanya.

Sebenarnya enggak fair juga saya tulis seperti diatas karena saya baru nyoba starone saja, tetapi mengingat BTS CDMA yang entah dimana tempatnya saya sendiri kurang tahu, tapi yakin jauh semua dari rumah saya, maka untuk saat ini memakai GPRS yang BTSnya nyata-nyata dekat dari rumah saya adalah pilihan yang paling nyaman saat ini.

CDMA EV-DO kapan yach menyambangi jogja………………

DEBAT CALON GUBERNUR di tvOne

tvOne meresmikan dirinya menjadi TVPEMILU, dan program konkret yang sekarang sudah kelihatan dan bisa ditonton adalah acara, DEBAT CALON GUBERNUR. Yang sudah tanyang adalah wilayah Jateng, NTT dan Bali.  Untuk memperkuat data quick count, tvOne juga menggandeng LSI untuk penyediaan datanya, kemarin saya lihat MOUnya tayang di berita tvOne.

Nilai positif dari debat ini adalah, bahwa seorang calon gubernur paling tidak sekarang ini harus berpikir juga tentang penampilan dan performa untuk maju depat di tvOne dengan ditonton hampir seluruh orang indonesia yang terjangkau siaran tvOne dan pas melihat acara tersebut tersebut tentunya. Pastinya untuk penduduk dari propinsi yang sedang ditayangkan acara debat calon gubernurnya, tentunya banyak yang nonton.

Acara debat seperti ini akan menguntungkan calon gubernur yang bisa mengiklankan dirinya secara tepat dan cerdas, terutama untuk meraup dukungan dari pemilih yang masih mengambang dan pemilih yang menggunakan akal logika, bukan pemilih yang asal fanatik karena hal-hal tertentu.

Akankah besok kedepannya bisa kita lihat di tvOne ada tayangan live DEBAT CALON PRESIDEN di tahun 2009. Kita nanti saja.

Acara COVER STORY tvOne tentang syariah ISLAM

Kemarin pas tugas operasional di kantor, pas ada acara COVER STORY, sebuah acara yang mendekati debat, tapi disetting lebih santai dengan format di sebuah cafe dan ada band tamu.

Kemarin judulnya kalau tidak salah “SYARIAH ISLAM YES, NEGARA ISLAM ????”

Sebagai tamu yang berdebat adalah anggota DPR yang pakai sorban (maaf lupa namanya, tetapi sepertinya dari Partai Bulan Bintang), yang satunya sebagai lawan adalah Seorang profesor dari UI (maaf juga enggak mencatat namanya).

Inti perdebatannya adalah bagaimana syariat islam diberlakukan atau tidak diberlakukan dengan resmi melalui perda atas pengesahan DPRD. Memang masing-masing pihak baik yang pro maupun kontra punya alasan-alasan masuk akal tersendiri.

Karena tidak ada titik temu yang kongkret dari debat di tv tadi, maka kalau menurut saya yang bukanlah seorang ahli hukum, juga hanya seorang muslim biasa yang masih harus banyak belajar syariat islam dan menerapkan pada kehidupan saya pribadi dan keluarga saya. Maka saya pikir bagaimana kalau di Indonesia masing-masing pemeluk agama dalam berkehidupan di Indonesia ini diatur , diadili dan dihukum menurut ajaran agama masing-masing. Saya rasa ini lebih masuk akal dan adil.

Akankah ada benturan, kalau dilogika jelas tidak akan ada benturan, misal contoh untuk hal-hal yang pasti tentang mana yang baik dan buruk, contoh mencuri itu melanggar hukum, nah tinggal dilihat KTPnya, kalau yang melakukan pencurian adalah orang islam, maka diadili dan dihukum dengan syariat islam, dan selanjutnya.